Dana Rp. 9500 Triliun Bisa Buat Apa?

"Oh andai kata dunia tak punya tentara tentu tak ada perang yang banyak makan baiaya". Kutipan dari syair lagu Iwan Fals tersebut memang masih hanya sekedar berandai-andai. Sebab realita yang ada saat ini masih ada saja memang bangsa-bangsa yang terus berlomba untuk menjadi penguasa atas bangsa-bangsa lain. Dan kenyataannya tidak sedikit juga bangsa-bangsa yang mempunyai anggaran militer yang benar-benar fantastis. Amerika adalah salah satu contoh bangsa dengan anggaran militer yang super fantastis.

Angaran militer Amerika Serikat yang mencapai angka Rp. 9.500 triliun menunjukkan bahwa dunia memang masih berada dalam cengkraman keras nafsu serakah imperialisme kolonialisme. Dan selama jiwa imperialisme kolonialisme ini masih merasuki bangsa-bangsa di dunia, tentu tidak akan pernah ada kedamaian dan kesejahteraan yang hakiki bagi umat manusia. Akan selalu saja tercipta jurang kesenjangan yang dalam antara si kaya dan si miskin. Akan selalu saja ada penderitaan dan kemiskinan yang mengisi belahan bumi ini.


Egoisme bangsa yang melahirkan ekploitasi suatu bangsa terhadap bangsa lain sebenarnya tidak membawa keuntungan buat bangsa manapun. Selama masih terjangkitinya bangsa-bangsa oleh pikiran impelialisme kolonialisme, peradaban dunia pun akan bergerak dalam semangat yang tidak realistis dan logis.


Coba kita bayangkan, dana Rp. 9500 triliun aggaran militer Amerika Serikat yang besarnya 4 kali dari APBN Republik Indonesia itu, jika saja digunakan untuk misi-misi kemanusiaan, tentu banyak sekali hal yang bisa dilakukan dengan uang sebesar itu. Uang sebesar itu adalah jumlah yang cukup untuk mensejahterakan 10 negara termiskin di dunia sekaligus. Terlebih lagi jika digabungkan dengan dana anggaran militer negara-negara besar lain yang angkanya juga luar biasa.


Bisa dibilang sebenarnya untuk mengatasi kemiskinan yang hari ini masih dialami oleh lebih dari 700 juta penduduk dunia itu bukanlah sebuah perkara sulit. Kemiskinan itu pada dasarnya bukan masalah ketidakmampuan bumi ini untuk mensejahterakan seluruh penghuninya melainkan masalah yang timbul akibat keserakahan sebagian orang atau bangsa. Bumi yang kita tinggali ini sebenarnya mempunyai sumber daya yang cukup untuk membuat seluruh penghuninya benar-benar sejahtera. Hanya saja untuk mewujudkan keadaan yang demikian itu mengharuskan umat manusia untuk saling peduli dan berlaku adil satu sama lain.


Jika saja dunia bisa berdiri di atas dasar kemerdekan, perdamaian abadi dan keadilan sosial tentu saja peradaban umat manusia akan berjalan lebih efisien dan efektif. Perlombaan bangsa-bangsa dunia melengkapi bangsanya dengan berbagai perangkat perang yang super muktahir adalah tindakan yang bukan saja tidak membawa manfaat kepada kemanusiaan, tapi juga merupakan tindakan yang amat membahayakan kemanusiaan. Jadi, andai-andainya Iwan Fals yang membayangkan dunia yang tak punya tentara dan tidak ada perang yang banyak makan biaya itu, tentu lebih realistis untuk diperjuangkan bangsa-bangsa di dunia demi dan atas nama kemanusiaan.


Bagi bangsa Indonesia sendiri sebenarnya hal tersebut merupakan sebuah janji perjuangan. Sebuah amanat penderitaan rakyat (AMPERA). Bangsa Indonesia adalah bangsa yang terlahir dan berdiri membawa Revolusi Dunia Baru. Mewujudkan dunia tanpa eksploitasi manusia atas manusia bangsa atas bangsa. Sejak kelahirannya, bangsa Indonesia telah mendeklarasikan dirinya sebagai sebuah bangsa yang hadir untuk menghapuskan penjajahan dari atas dunia. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang meyakini bahwa kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan penjajahan itu nyata merupakan tindakan yang tidak berperikemanusiaan dan berperikeadilan.

20 tampilan

© 2019 Rumah Kebangsaan Pancasila