Dan seberapa sehat dan kuat raga kita, seberapa cerdas dan kreatif pikiran kita, seberapa lembut dan tangguh perasaan kita dan seberapa lurus dan bersih jiwa kita sangat tergantung dari sebarapa baik kita mengolahnya.

Rawat dan Latih :

1.

Raga dirawat dengan memberinya asupan yang baik dan membuang segala yang kotor. Dan dilatih dengan memberinya beban yang dibutuhkan agar ia terbiasa dan optimal dalam menjalankan fungsinya.

Pikiran di rawat dengan memberinya asupan informasi yang bermanfaat dan membuang segala yang merusak. Seperti halnya makanan yang buruk menjadi racun bagi tubuh. Informasi yang buruk akan menjadi racun bagi pikiran kita. Karenanya apa-apa yang kita lihat, dengar dan baca menjadi perkara penting untuk diperhatikan.

Dan pikiran di latih dengan memberinya beban persoalan untuk dipecahkan. Terbiasa memahami untuk dipecahkan. Terbiasa memahami suatu perkara, menemukan jawaban dari suatu pertanyaan atau menemukan solusi dari suatu persoalan, membuat pikiran terbiasa dan siap menjalankan fungsinya secara optimal.

2.

3.

Perasaan di rawat dengan memberinya asupan rasa yang positif dan membersihkannya dari berbagai rasa negatif. Keluh kesah, amarah, dendam, dengki, benci dan berbagai rasa negatif serupa itu akan menjadi racun jika dibiarkan mengendap pada perasaan kita. Memastikan diri mengisi hati dengan rasa syukur, empati, optimis, kasih sayang dan berbagai rasa serupa itu menjadi keharusan dalam perkara ini. Dan perasaan dilatih dengan membiasakannya mengatasi berbagai rasa negatif yang menekan untuk memenangkan perasaan positif di atas rasa negatif tersebut.

Jiwa dirawat dengan memberinya asupan pengagungan hanya kepada Allah semata dan membersihkannya dari segala bentuk pengagungan diri dan segala rupa yang selain dari Nya. Menjaga kerendahan hati dan mejauhkan diri dari kesombongan menjadi perkara penting dalam ini.

Dan jiwa dilatih untuk selalu menghadapkan wajah dengan lurus kepada Allah, Ikhlas karena Allah semata dalam segala urusan, menjaganya dari tarikan hawa nafsu, menjaganya dari bersikap riya.

Katakanlah, "Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam" (QS. Al-An'am 6 :162)

4.

Pada prinsipnya hanya ada empat urusan pokok yang mesti kita perhatikan dalam proses penataan diri ini. Mengolah raga, mengolah pikir, mengolah rasa, mengolah jiwa. Sebab memang terdiri dari empat aspek itulah diri Holistic kita itu. Keberhasilan mengolah keempat aspek diri tersebut akan melahirkan pribadi luhur layaknya hidangan lezat yang akan menyenangkan setiap orang yang mencicipinya.

Olah Raga, Pikir, Rasa, Jiwa