Amazing Character Camp

Program Pelatihan 3 Hari 2 Malam

Dasar berfikir :

“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan, maka Kami timpakan mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.”  (QS: Al Araf [7]:96)

“Membuat bangsa Indonesia ini suatu bangsa yang terdiri dari ratusan juta Insan Al-Kamil yang hidup dengan bahagia di bawah kolong langit buatan Allah SWT. Ini tujuan kita, ini maksud kita, ini tekad kita dengan mengadakan negara yang kita proklamirkan pada 17 Agustus 45.”

(BUNG KARNO)

Ujung akhir pencapaian perjalanan character building ini adalah memastikan diri kita mengorbit dengan benar dalam putaran kehidupan.

Hidup selaras dengan nilai-nilai kasih sayang dan menjalankan setiap peran yang melekat pada diri kita dengan sebaik-baiknya.

Menjadi anak yang baik bagi orang tua kita, menjadi orang tua yang baik bagi anak kita, menjadi pasangan yang baik bagi pasangan kita, menjadi bawahan yang baik bagi atasan kita, menjadi atasan yang baik bagi bawahan kita, menjadi teman yang baik bagi teman kita, menjadi karyawan yang baik bagi perusahaan kita dan menjadi diri yang baik atas setiap peran yang melekat pada diri kita itu.

alkamil1a.png

Apa yang peserta dapat dari Program ini :

6.

Memahami pentingnya My Lifebook yang akan menjadi roadmap dalam pembentukan karakter dan bagaimana menyusunnya.

5.

Mengenal dengan baik Divine Method yang berisi tahapan penting dalam proses pem-bangunan karakter.

4.

Memahami peran dari Habits dalam pembentuk-an karakter dan bagaimana mengembangkan-nya.

3.

Mengenal dengan baik Divine Value yang akan menjadi center of life atau bintang utara dalam perjalanan hidup kita.

Menyadari penuh akan pentingnya membangun karakter.

Memahami peran dari Self Concept dalam pembentukan karakter dan bagaimana rekon-truksinya.

2.

1.

Secara garis besar dalam program ini kita akan memahami satu rangkaian proses menuju kepada kesejatian diri. To be a totally human. Menuju insan al-kamil. Menuju karakter luhur. Dimulai dari bagaimana merekonstruksi self concept, mendesain  habits yang efektif, menyusun My Lifebook dan menjalankan character building yang selaras dengan divine value.

Marble Surface

Atau apakah manusia akan mendapatkan segala yang dicita-citakannya? (Tidak!) Maka milik Allah-lah kehidupan akhirat dan kehidupan dunia. Dan berapa banyak malaikat di langit, syafaat mereka sedikit pun tidak berguna kecuali apa bila Allah telah mengizinkan bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia ridhoi. (QS. An Najm [53]:24-25)

 Bukankah pernah datang kepada manusia waktu dari masa, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? (QS. Al Insan [76]:1)

2.

1.

3.

Setiap manusia boleh dan pasti memiliki banyak keinginan dan cita-cita. Hanya saja kita harus menyadari sepenuhnya bahwa sebenarnya kita tidak kuasa sedikit pun untuk mencapai apa yang kita cita-citakan itu.

 

Allah adalah penentu mutlak atas segalanya. Tidak seorang pun yang kuasa menentukan perkara itu, bahkan malaikat pun tidak. Manusia benar-benar hanya akan mendapatkan apa yang Allah kehendaki dan ridhoi untuknya.

 

Dari itu hanya ada satu peluang bagi manusia untuk mencapai apa yang dicita-citakannya itu. Yaitu menjadi pribadi yang Allah ridho kepadanya.

orng2png.png

Konsepsi Tentang Cita-Cita

IMG_4870.JPG

Pentingnya Karakter Building

“Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah diberikan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS: Al-Anfal [8]:53)

Holistic Quotient

Untitled5png.png

Merubah apa yang ada pada diri kita adalah berarti merubah keseluruhan aspek yang dari diri kita tersebut. Artinya kita harus memiliki konsep penataan diri yang bersifat holistik. Kita harus membangun keempat aspek kecerdasan kita secara bersamaan. Physical Quotient, Intelligence Quotient, Emotional Quotient dan Spiritual Quotient.

 

Apa yang kita sebut dengan karakter itu sebenarnya adalah ekspresi dari keempat kecerdasan yang kita miliki itu. Dan karakter inilah yang menjadi kunci kesuksesan hidup seseorang. Karena setiap orang benar-benar hanya akan menerima sesuai dengan apa yang diperbuatnya.

Marble Surface

Olah Raga - Olah Pikir - Olah Rasa - Olah Jiwa

olah1b.png

Merawat itu pada intinya adalah memberikan asupan yang baik dan mengeluarkan yang kotor. Raga dirawat dengan memberi usupan makanan yang sehat dan membuang segala yang kotor darinya. Pikiran dirawat dengan memberi asupan informasi yang berkualitas dan membuang segala yang keliru darinya. Perasaan dirawat dengan memberi asupan rasa yang positif dan membuang segala yang negatif darinya. Jiwa dirawat dengan memberi asupan yang ilahiyah dan membuang yang berhalaiyah.

Melatih itu pada intinya adalah membiasakannya atas suatu urusan yang membuatnya terbiasa dan siap menjalankan fungsinya dengan maksimal. Raga dilatih dengan memberi beban untuk ia tangani. Pikiran dilatih dengan memecahkan suatu persoalan. Perasaan dilatih dengan mengatasi tekanan yang negatif. Jiwa dilatih dengan mengendalikan godaan yang memalingkannya dari Tuhan.

2.

1.

1.

Pada prinsipnya mengolah raga, pikiran, perasaan dan jiwa berdiri di atas hukum yang sama. Dibutuhkan perawatan dan pelatihan yang terus menerus agar masing-masingnya dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Rawat dan latih itulah prinsip utamanya.

3.

Self Concept Akar Dari Pada Karakter

“Taburlah gagasan, petiklah perbuatan; taburlah perbuatan, petiklah kebiasaan; taburlah kebiasaan, petiklah karakter; taburlah karakter, petiklah nasib”. Stephen Covey

"Sesungguhnya Allah mengetahui yang tersembunyi di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati." (QS: Fathir [35]:38)

self1ab.png

“Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya ke langit. (pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. Dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat.” (QS. Ibrahim [14]: 24)

Algoritma alam semesta bekerja berdasarkan self concept seseorang. Alam semesta akan merespon atau bersikap kepada kita sesuai dengan self concept yang kita punya. Hal ini serupa dengan platform dunia maya yang melakukan profiling kepada setiap penggunanya untuk menghadirkan apa-apa yang paling sesuai dengan dirinya.

self3.png

Jika nasib kita adalah tergantung pada karakter kita, maka pondasi utama dari pada karakter kita itu terletak pada gagasan yang kita miliki. Pada self concept kita. Karena itu jika kita berbicara pembangunan karakter, maka hal penting dan mendasar yang harus kita perhatikan pertama kali adalah self concept yang kita punya.

07e7e7_7e1de7965ae44ab4b53486b1c84d38eb_mv2_edited.jpg

AL FATIHAH : Menemukan Divine Value

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS: Ar Rum [30]:30)

Self Concept tidak bisa kita bentuk begitu saja tanpa merujuk kepada divine value.

 

Divine value atau nilai yang bersifat ilahiah inilah yang harus menjadi center of life kita dan menjadi nilai dasar dalam rancangan self concept kita. Dalam bahasa agama inilah yang disebut dengan fitrah itu. Kita harus selaras dengannya karena jika berbenturan denganya sama saja dengan mencelakai diri kita sendiri. Divine value dapat kita temukan dengan memahami surat Al-Fatihah

KASIH SAYANG adalah Divine Value

MANASIK HAJI : Menemukan Divine Method

“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu, dan anak cucu kami umat yang berserah diri kepada-Mu dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan ibadah (haji) kami, dan terimalah tobat kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang”. (QS: Al-Baqarah [2]:128)

"Sesungguhnya rumah pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam. Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya amanlah dia. Dan kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya dari seluruh alam."

(QS. Al-Imran [3]:96-97)

Arafah.png

Di dalam haji terkandung divine method atau sebuah metode yang bersifat ilahiah untuk mencapai ketakwaan. Mencapai karakter yang tinggi. Dan metode ini adalah metode yang dimohonkan Nabi Ibrahim kepada Allah untuk menjadi jalan bagi dirinya dan keturunan-keturunannya untuk mencapai perserahan diri kepada Allah.

Manasik02
Manasik02

press to zoom
Manasik06
Manasik06

press to zoom
Manasik14
Manasik14

press to zoom
Manasik02
Manasik02

press to zoom
1/5

Tempat Penyelenggaraan

CITRA ALAM REVIRSIDE - BOGOR

JL. Jogjogan No.99, Ds. Jogjogan, Cilember, Cisarua Bogor

CITRA ALAM
LAKESIDE - TANGERANG

Pulau Situ Gintung 3, Jl. Kerta Mukti No. 121 Cirendeu, Ciputat.

TM. WISATA EDUKASI JABAL RAHMAH - LOMBOK

Dusun Rungkan Barat, Desa Jango, Kecamatan Janapria, Lombok Tengah.

Dasar Berfikir ACC
Konsepsi Cita-cita