Self Concept harus mengacu pada Al Fatihah :

Self Concept tidak bisa kita bentuk begitu saja tanpa merujuk kepada divine value. Seorang Fira’aun pun dapat disebut mempunyai self concept yang bagus jika kita tidak merujuk kepada divine value. Al Fatihah yang berarti pembuka ini bukan saja bermakna sebagai surat pembuka dari pada Qur'an, tapi juga karena tujuh ayat padanya mengandung pehamahan yang kuat untuk membuka pikiran dan hati menuju jalan yang lurus itu.

Kedudukan Al-Fatihah sebagai Ummul Qur'an atau Induk dari pada Al-Quran yang bermaknsa bahwa 114 surat, 6236 ayat di dalamnya itu menginduk kepada surat Al-Fatihah ini, menegaskan bahwa intisari dari pada pesan atau nilai yang hendak Allah sampaikan kepada manusia melalui Qur'an dengan ribuan ayat di dalamnya itu. Allah letakan pada surat Al-Fatihah ini.​

Fatihah2.png
  1. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

  2. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,

  3. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,

  4. Pemilik hari pembalasan.

  5. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.

  6. Tunjukilah kami jalan yang lurus,

  7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Secara garis besar pesan yang Allah sampaikan melalui surat Al-Fatihah adalah: 

KASIH SAYANG ADALAH "THE CORE OF THE DIVINE VALUE" YANG MELEKAT PADA DIRI MANUSIA

Kasih sayang adalah nama Allah ; adalah ajaran Allah ; adalah Identitas Allah ; adalah karakter Allah. Allah telah menetapkan atas diri Nya kasih sayang. Dan kasih sayang ini adalah juga merupakan fitrah penciptaan manusia itu sendiri. Karenanya di atas dasar nama Allah Ar-Rahman Ar-Rahim di atas dasar ajaran kasih sayang itulah manusia harus mendasari kehidupannya.

 

KASIH SAYANG ADALAH "THE CORE OF THE DIVINE LAW" YANG MELIPUTI SEMESTA

Semesta alam ini adalah bukti nyata akan kebesaran dan keagungan Allah. Segala puji bagi Allah Rabbul 'alamin. 'Pencipta, Penguasa, Pengatur dan Pemelihara semesta alam ini'. Dia Maha Sempurna Tidak ada cacat pada Nya sebagaimana tidak ada cacat kita temukan pada semesta ciptaan Nya ini. Dia meliputi segala sesuatu dan hukum kasih sayang Nya meliputi semesta alam ini.

 

Segala sesuatu terpelihara dan terjaga dalam hukum kasih sayang Nya itu. Milyaran entitas di alam semesta ini terintegrasi dalam kodrat "kesaling-bergantungan yang absolut" dan segala sesuatu terikat erat dalam keharusan untuk saling memlihara. Karenanya setiap tindakan yang keluar dari hukum kasih sayang Nya adalah pengingkaran kepada hukum Nya. Dan tidaklah ada kerusakan yang manusia buat selain dari akan menjadi kerugian bagi dirinya sendiri.

 

KASIH SAYANG ADALAH "THE  DIVINE FREQUENCY" YANG MENJADI SATU-SATUNYA PENGHUBUNG MANUSIA DENGAN ALLAH

Kasih sayang memang adalah intinya. Karena Allah adalah Maha Pengasih Maha Penyayang ; meliputi semesta alam ini dengan hukum kasih sayang dan meletakkan kasih sayang itu pula di dalam jiwa manusia, maka satu-satunya penghubung manusia dengan Allah adalah kasih sayang itu sendiri

Siapapun yang hendak terkoneksi dengan Allah ; yang hendak masuk ke dalam frekuensi ilahiyah, ia harus menyetel dirinya dalam frekuensi tersebut. Tune in dalam frekuensi kasih sayang adalah satu-satunya jalan untuk menyaksikan realitas Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang.

KASIH SAYANG ADALAH "THE STANDAR OF DIVINE JUDGEMENT" AKAN BAIK BURUKNYA PERBUATAN MANUSIA YANG MELEKAT PADANYA BALASAN YANG PASTI

Baik buruk perbuatan manusia itu dihakimi berdasarkan ukuran kasih kasih sayang itu. Apapun perbuatan yang bertentangan dengan kasih sayang ; yang bersifat merusak dan merugikan adalah termasuk ia perbuatan yang bernilai kejahatan. Dan apapun perbuatan yang bersifat memperbaiki dan membawa manfaat, adalah termasuk ia perbuatan yang bernilai kebaikan.

Di atas dua pilihan jalan itu setiap manusia berdiri. Jalan kasih sayang ataukah jalan kebencian. Dimana pada setiap pilihan melekat padanya balasan yang pasti. Tidak ada seorangpun yang bisa lari dari hukum dan penghakiman Allah. Dia menjamin balasan yang sempurna atas setiap perbuatan yang kita lakukan. Dan sungguh Allah benar-benar berkuasa penuh atas hari pembalasan.

KASIH SAYANG ADALAH "THE REAL FORM OF DEVOTION" SEORANG MANUSIA KEPADA ALLAH

Hidup menurut ajaran kasih sayang adalah bentuk nyata dari pengabdian seorang manusia kepada Allah. Sebab apalah lagi yang Allah kehendaki dari manusia selain dari agar satu sama lain saling mengasihi dan saling memelihara. Di jalan itulah seseorang menggantungkan pertolongan dan harapannya kepada Allah.

Tidak ada tuhan lain selain Allah Ar-Rahman Ar-Rahim itu dan tidak ada pilihan lain selain dari jalan pengabdian di dalam nama Nya itu ; selain dari menegakkan ajaran kasih sayang Nya itu. Dari Nya lah kita berasal dan kepada Nya lah kita akan kembali. Hanya kepada Nya lah kita berserah diri.

KASIH SAYANG ADALAH "THE BEST WAY OF LIFE" UNTUK KITA TEMUKAN DAN SISTEMKAN

Kita sekali-kali tidak akan mendapati satu jalan hidup yang baik dari jalan kasih sayang. Karenanya tidak ada keutamaan yang lebih utama bagi manusia selain dari menemukan jalan kasih sayang itu dan mensistemkannya. Dan tidak ada kepentingan yang lebih penting bagi manusia selain dari mewujudkan peradaban luhur yang tegak berdiri di atas ajaran kasih sayang itu.

 

Jalan kasih sayang ini memang bukanlah jalan yang bisa ditempuh masing-masing. Manusia tidak bisa menempuh jalan lurusnya sendiri-sendiri. Semua ini adalah tentang jalan bersama ; tentang membangun sistem hidup bersama ; tentang mewujudkan peradaban bersama. Sebab kasih sayang memang adalah tentang sejahtera dan bahagia bersama. Dan kasih sayang hanya eksis di dalam kebersamaan.

KASIH SAYANG ADALAH "THE PROVEN WAY OF LIFE" YANG PERNAH MEMBAWA MANUSIA KEPADA NIKMAT

Di belakang kita telah berlalu begitu banyak generasi yang masing-masing dari mereka menempuh suatu jalan. Dan sejarah telah mencatat dengan rapih akibat dari pilihan jalan yang mereka tempuh itu. Untuk mereka amalan mereka dan tinggallah kita kita memutuskan jalan mana yang hendak kita ikuti.

 

Jalan kasih sayang itu bukan jalan baru. Ia adalah jalan yang telah teruji dan terbukti menghantarkan generasi-generasi sebelum kita kepada nikmat Allah. Kepada keselamatan dunia dan akhirat. Cukuplah catatan sejarah dari generasi-generasi terdahulu itu menjadi tanda nyata bagi kita kepada nikmat Allah. Kepada keselamatan dunia dan akhirat. Cukuplah catatan sejarah dari generasi-generasi. terdahulu itu menjadi tanda nyata bagi kita untuk memutuskan. Maka sabaik-baiknya jalan adalah jalan mereka yang di anugerahi nikmat. Bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. .