News archive

Beranda News archive

"Kita hanya melihat apa yang ingin kita lihat, mendengar apa yang ingin kita dengar"  ~Kecenderungan~

Terlebih-lebih di masa Pilpres ini, kelihatan sekali relevansi qoute di atas dengan realita yang kita lihat.

K
ita banyak melihat orang-orang aneh yang entah bagaimana semua hal tentang kandidat pilihannya tidak peduli itu baik apa baruk, yang jelas buat dia semua bagus semua benar.

Sebaliknya kalau udah soal kandidat yang bukan pilihannya, tidak peduli juga benar salahnya, pokoknya yang jelas buat dia yang ada jelek semua salah semua.

Ini sebenarnya masalah atau penyakit yang berbahaya menurut saya. Atau setidaknya ini harus dipandang sebagai kecendrungan yang buruk yang harus diluruskan.

Orang yang seperti ini tidak akan bisa adil dalam menilai. Yang dia lihat sebenarnya bukan realita; yang dia lihat hanya persepsi yang diproyeksikan ego atas pilihannya. Etika dan nilai-nilai sering kali juga menjadi tidak duduk pada tempatnya lagi kalau sudah begini.

Orang yang seperti ini juga tidak tertarik untuk menyeimbangkan data dan informasi yang dia pun

Category: Seputar Indonesia | Views: 22 | Added by: edy | Date: 15 October 2018 | Comments (0)

Alhamdulillah beberapa waktu yang lalu kami para pengurus RKP berkesempatan berkunjung ke Tugu Proklamasi dan berbincang-bincang dengan Mas Kirasave Agung salah satu pengurus di sana. Banyak hal-hal menarik yang kami dapatkan dari kunjungan kami ke sana.
 

Selain dapat mengenal lebih dalam lagi tentang sosok Bung Karno, kunjungan langsung ke tempat paling bersejarah bagi bangsa Indonesia ini, juga membawa kami ke suasana alam berpikir para pejuang dan pendiri bangsa masa lalu khususnya ke alam berpikirnya Bung Karno sendiri.
 

Selepas kunjungan ke Tugu Proklamasi yang juga dikenal dengan sebutan Tugu Petir itu, ada satu pertanyaan yang masih menggelitik di pikiran saya sampai hari ini. Pertanyaan tentang apa alasan Bung Karno menggunakan ornamen petir sebagai simbol dari pada Proklamasi tersebut?
 

Tugu Petir yang dibangun oleh Bung Karno pada tahun 1961 ini bisa dibilang sederhana. Ia hanya berupa pilar berbentuk bulat setinggi 17 meter yang dibagian atasnya terdapat ornamen berbentuk Petir dan pada bagian pilar tertulis: "Disinilah Dibatjakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada Tanggal 17 Agustus 1945 djam 10.00 pagi oleh Bung Karno dan Bung Hatta".
 

... Read more »

Category: Berita Seputar RKP | Views: 87 | Added by: edy | Date: 04 October 2018 | Comments (1)

Di tahun 2018 ini Rumah Kebangsaan Pancasila akan kembali menggelar ajang Lomba Pidato Meniru Gaya Bung Karno untuk yang ke 4 kalinya. Namun berbeda dengan 3 lomba yang sebelumnya yang dilakukan secara swadaya dan hanya untuk wilayah Jabodetabek saja, lomba kali ini akan diadakan dalam skala yang jauh lebih besar, yaitu dalam skala nasional dan akan melibatkan banyak pihak baik swasta ataupun pemerintah untuk mensukseskan acara ini.

Digelarnya Lomba Pidato Meniru Gaya Bung Karno dalam skala nasional kali ini karena RKP meniatkan agar lomba pidato kali ini benar-benar dapat menjadi trigger; menjadi pemicu untuk membawa Indonesia kembali kepada ajaran Bung Karno.

Membawa Indonesia kembali kepada ajaran Bung Karno dapat kita katakan sebenarnya adalah sama halnya dengan membawa Indonesia kepada jati dirinya. Karena Bung Karno dan bangsa Indonesia adalah dua entitas yang padu dan tidak bisa dipisah-pisahkan.

Dengan tidak bermaksud mengesampingkan peran dan jasa para pejuang dan pendiri bangsa Indonesia lainnya, harus kita pahami bahwa sejak awal bangsa ini terbentuk, kemudian menjadi bangsa yang merdeka dan kemudian menyusun serta menyelenggarakan kehidupan berbangsa dan bernegaranya, rangkaian dari pada proses yang terjadi itu benar-benar bersentral kepada gagasan dan ... Read more »

Category: Kegiatan RKP | Views: 159 | Added by: edy | Date: 09 July 2018 | Comments (2)

LPK YBHS lembaga pelatihan kerja binaan Rumah Kebangsaan Pancasila kembali membuka pendaftaran peserta baru magang ke Jepang untuk angkatan tahun 2018. Pendaftaran peserta magang ke Jepang angkatan tahun 2018 ini dibuka mulai dari 1 Juli sampai dengan 15 Agustus 2018.

5 POINT PENTING YANG HARUS DIPAHAMI PESERTA DARI PROGRAM INI:
Program Magang Ke Jepang ini adalah kesempatan emas bagi peserta untuk:

1. MEMBENTUK MENTAL DAN KARAKTER DI LINGKUNGAN YANG DISIPLIN DAN BERDEDIKASI.
Lingkungan adalah salah satu faktor paling kuat dalam membentuk dan merubah mentalitas dan karakter seseorang. Lingkungan yang baik mempunyai daya bentuk yang baik dan lingkungan yang buruk mempunyai daya bentuk yang buruk. Di dalam lingkungan yang baik itulah kita akan mendapat stimulus yang memungkinkan kita untuk mengaktifkan gen-gen positif kita yang dorman. Karena pada dasarnya setiap orang adalah orang hebat. Hanya saja kehebatan seseorang dapat terkubur atau dorman karena satu atau berbagai hal yang salah satu faktor kuatnya dalah lingkungan. Karena itulah untuk mengaktifkan gen-gen baik kita yang dorman kita butuh sebuah lingkungan yan ... Read more »

Category: Berita Seputar RKP | Views: 63 | Added by: edy | Date: 09 July 2018 | Comments (0)

Sebagai bagian dari porgram menjaga kerukunan dan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa, Rumah Kebangsaan Pancasila menggelar acara Jamuan Makan Kebangsaan - Lintas Agama pada tanggal 12 Mei 2018 yang diselenggarakan di halaman sekertariat Rumah Kebangsaan Pancasila di Cisarua Bogor.

Acara Jamuan Makan Kebangsaan - Lintas Agama ini digagas oleh Bapak Irwan Hasanuddin selaku pendiri dari Rumah Kebangsaan Pancasila. Acara dihadiri oleh berbagai tokoh lintas agama yang umumnya berdomisili di wilayah Bogor. Tokok-tokoh perwakilan agama-agama yang hadir pada waktu itu diantaranya: Bapak KH. Rusli Sidiq tokoh Islam, Bapak Johly Supid tokoh Nasrani, Bapak Nanda tokoh Budha, Bapak Nyoman Pujawan tokoh Hindu dan Bapak Andri Harsono tokoh Khonghucu.

Selain dari tokoh-tokoh lintas agama, acara ini juga dihadiri oleh budayawan sepert Bapak Saiful Amri budayawan Betawi, Bapak Kusumo Priyono Budayawan sekaligus Raja Dongeng Nasional serta juga dihadiri oleh pejabat desa setempat Bapak Dedy Suparman selaku Lurah Jogjogan dan Bapak Endang Sumantri selaku Lurah Cipari.

Dalam acara tersebut Pendiri Rumah Kebangsaan Pancasila menjelaskan tentang bagaimana proses kejadian bangsa Ind ... Read more »

Category: Kegiatan RKP | Views: 82 | Added by: suryadi | Date: 12 May 2018 | Comments (0)

Pelajaran yang dipetik setiap orang dari sebuah film atau sebuah cerita tentu saja dapat berbeda-beda tergantung dari keadaan dan sudut pandang yang digunakan oleh orang tersebut. Nah, berkenaan dengan film Kartini (2017) garapan Hanung Bramantyo ini, saya lebih memberi perhatian tentang dialektika yang terjadi dari bertemunya dua budaya yang amat bertolak belakang. Budaya barat atau Belanda yang penuh kebebasan dan budaya timur atau Jawa yang penuh dengan kekangan.

Dapat kita katakan munculnya sosok Kartini yang sangat berpengaruh bagi perubahan budaya dan peradaban di tanah Nusantara sampai dengan hari ini, tidaklah lepas dari hadirnya budaya barat yang dibawa Belanda ke negeri ini pada waktu itu. Meski Kartini menentang penindasan yang Belanda lakukan atas negeri ini, namun dibalik itu Kartini juga mempunyai kekaguman akan budaya Belanda yang memberi kebebasan tanpa diskrimitatif laki-laki atau perumpuan untuk menyerap pengetahuan dan berkreasi seluas-luasnya.

Kartini, meski masa hidupnya dapat dikatakan tergolong singkat; lahir di tahun 1879 dan wafat di tahun 1904; namun masa hidupnya yang hanya 25 tahun ini telah membentuk dirinya menjadi sebuah maha karya peradaban yang menginpirasi banyak orang hingga ke zaman kita sekarang ini. Karakter yang terbentuk pada diri kartini adalah buah manis yang terbentuk dari asimilasi dua peradaban yang bertolak belakang. Kekaguman kita pada karakter kartini adalah lantaran dirinya merupakan sistesis yang menghap ... Read more »

Category: Inspirasi Film dan Lagu | Views: 33 | Added by: edy | Date: 11 May 2018 | Comments (0)