Profil

Beranda Profil

Mukadimah

Sesuai dengan namanya, Rumah Kebangsaan Pancasila adalah sebuah perkumpulan yang berfokus pada upaya turut serta mengejawantahkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kebangsaan Indonesia sebagai bagian penting dari Nation Building.


Pancasila - Bhinneka Tunggal Ika, Undang-Undang Dasar 1945 dan NKRI adalah format utuh yang menjadi landasan pikir, rasa, kata dan gerak Rumah Kebangsaan Pancasila dalam upaya sungguh-sungguhnya membantu negara mensukseskan nation building yang berorientasi pada nation character building demi terwujudnya NKRI yang kuat dan bermartabat.


Rumah Kebangsaan Pancasila senantiasa akan setia membantu pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk mewujudkan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 sesuai dengan apa yang diamanatkan dalam Undang-undang Dasar 1945. Mewujudkan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.


Tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, terwujudnya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur serta terwujudnya persaudaraan bangsa-bangsa di atas dasar KEMERDEKAAN, PERDAMAIAN ABADI dan KEADILAN SOSIAL yang menjadi cita-cita dan perjuangannya bangsa Indonesia sejak mula-mula itu dengan sendirinya merupakan bagian yang satu dengan cita-cita dan perjuangan Rumah Kebangsaan Pancasila.


Profil R K P

Rumah Kebangsaan Pancasila atau disingkat RKP adalah perkumpulan terbuka yang digagas sejak tahun 2009 oleh Bapak Irwan Hasanuddin seorang praktisi dunia pendidikan yang telah lama aktif berkontribusi mendidik generasi bangsa. Meski RKP secara legal formil baru tercatat dalam akte notaris pada tanggal 22 Maret 2018 yang dibuat oleh BUDI ARYANTO, SH, serta tercatat dalam Keputusan Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia nomer: AHU-0003972.AH.01.07.TAHUN 2018, namun lama sebelum itu RKP telah aktif turut serta berkontribusi untuk bangsa dan negara dengan jalan mensosialisasikan Nasionalisme Indonesia sebagai bagian dari Nation Character Building. Dan bahkan di tahun 2018 sosialisasi nasionalisme Indonesia yang dijalankan oleh RKP telah diikuti oleh lebih dari dua puluh ribu peserta.


Pancasila - Bhinneka Tunggal Ika, Undang-undang Dasar 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dijadikan sebagai format utuh pikir, rasa, kata dan gerak dari pada RKP membuat RKP lahir, berdiri dan tumbuh dalam semangat untuk turut serta sebesar-besarnya mewujudkan cita-cita kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana diamanatkan oleh UUD'45. Dan karena itulah program yang paling mendasar di RKP adalah mensuksuskan gerakan Nation Character Building. Melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat luas tentang nilai-nilai kebangsaan Indonesia menjadi prioritas utama kegiatan RKP, kerena kami meyakini bahwa hanya ketika jati diri bangsa telah dikenali, tertanam dan menjadi jiwa yang mendasari gerak anak-anak bangsa, maka terwujudnya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur adalah hal yang dekat.

Sebagai sebuah organisasi, Rumah Kebangsaan Pancasila bersifat terbuka dimana setiap orang dapat menjadi bagian dari RKP sejauh yang bersangkutan mempunyai semangat untuk mengabdi kepada negeri, setia kepada ajaran kebangsaan Indonesia, siap untuk mentaati peraturan-peraturan organisasi serta siap bergotong-royong bersama-sama mewujudkan tujuan organisasi dan cita-cita kemerdekaan Indonesia.


Rumah Kebangsaan Pancasila menetapkan diri dan berkomitmen untuk mendukung pemerintah serta berperan aktif sebagai mitra pemerintah dalam mewujudkan nilai-nilai Pancasila, mewujudkan amanat UUD 1945 serta berjuang dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan dan kepentingan bangsa dan negara. Dan selain dari pada itu, RKP juga menjaga betul segala bentuk intervesi pihak-pihak, kelompok atau siapapun serta kepentingan apapun yang tidak sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan Indonesia serta tidak sejalan dengan peraturan yang telah ditetapkan organisasi.


Di dalam setiap gerak dan langkahnya yang senantiasa berpijak kuat kepada Pancasila dan UUD'45, RKP akan terus menerus melakukan penyempurnaan paham, wawasan dan konsepsi gerak dan langkah oraganisai dengan mengacu kepada ajaran-ajaran Bung Karno selaku Pemimpin Besar dari pada Revolusi Indonesia yang tentunya tidaklah dengan itu berarti mengesampingkan sumber serta tokoh-tokoh yang lain. RKP akan berusaha untuk turut serta mengakat kembali nama dan ajaran-ajaran Bung Karno serta meyebarluaskannya agar kembali hidup di tengah-tengah prikehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Sebab dalam keyakinan kami, kembalinya ajaran Bung Karno di tengah-tengah perikehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia ini juga adalah salah satu prasyarat dari dapat terwujudnya cita-cita kemerdekaan Indonesia.

Tim R K P


Kami menyebutnya sebagai sebuah team. Sebuah team yang sinergis di dalam sebuah dedikasi yang besar dan tunggal untuk mewujudkan cita-cita luhur bangsa Indonesia yang diamanatkan oleh Proklamasi 17 Agustus 1945 seperti yang tertera dengan terang di dalam Deklarasi Kemerdekaan Indonesia (Pembukaan UUD 1945).

Kusumo Priyono
Dewan Pembina

Tokoh yang sejak muda dikenal mempunyai nasionalisme yang besar ini, telah lama sekali aktif dan berkecimpung dalam usaha menumbuhkan kembangkan jiwa nasionalisme di kalangan masyarakat Indonesia. Ciri khas yang tidak lepas darinya adalah gaya berpakaian seperti Bung Karno. Harapan besar yang dimilikinya saat ini adalah dapat menghabiskan hidupnya untuk kemajuan dan kebesaran Bangsa Indonesia.





Irwan Hasanuddin
Pendiri

Kecintaannya yang besar kepada Bangsa dan Negaranya terlihat jelas dengan dedikasinya yang besar untuk memajukan pendidikan dan generasi bangsa Indonesia. Karya-karya besarnya seperti Citra Alam (wahana edukasi yang berfokus kepada pelatihan seni budaya dan karakter bangsa), Sekolah Tunas Bangsa (sekolah yang berbasis Budi Pekerti dan Keterampilan sebagaimana yang dimaksudkan dalam Kurikulum Nasional), serta Rumah Kebangsaan Pancasila (wadah bagi generasi bangsa untuk mendedikasikan diri demi kemajuan Bangsa dan Negara) adalah bukti kecintaannya kepada bangsa dan negara Indonesia.



Edy Suryadi
Ketua Umum

Pengalaman panjangnya dalam upaya menumbuh-kembangkan Paham Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia (Nasionalisme Indonesia) kepada generasi bangsa serta wawasannya yang luas dan mendalam menjadi modal yang besar baginya untuk terlibat aktif mengatur gerak dan langkah Rumah Kebangsaan Pancasila untuk menjadi wadah yang benar-benar dapat berkontribusi besar bagi terwujudnya cita-cita revolusi Indonesia: mewujudkan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.






Rohadi
Bendahara Umum

Falsafah hidup dan nilai-nilai spritualitas yang tinggi yang dimilikinya serta kedewasaan karakter yang dimilikinya memberi warna tersendiri yang menjadikan Rumah Kebangsaan Pancasila terus bertumbuh sebagai sebuah wadah bersama generasi bangsa untuk terus menata pikiran dan jiwanya menjadi generasi yang senantiasa mendasari langkah dan geraknya menuju keridhaan Tuhan Yang Maha Esa.


4 Pilar Kebangsaan

Bhinneka Tunggal Ika Pancasila Undang-Undang Dasar 1945 N K R I
  • “Berbeda-beda tetapi tetap satu.” Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.


    Kalimat ini merupakan kutipan dari sebuah kakawin Jawa Kuno yaitu kakawin Sutasoma, karangan Mpu Tantular semasa kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14.

  • Ideologi Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lima sendi utama penyusun Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.


    "...dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi." Pidato Soekarno, 1 Juni 1945.

  • Hukum dasar tertulis konstitusi pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945.


    Pada saat penyusunan UUD 1945 pada Sidang Kedua BPUPKI, Piagam Jakarta dijadikan Muqaddimah (Preambule). Selanjutnya pada pengesahan UUD 45 18 Agustus 1945 oleh PPKI, istilah Muqaddimah diubah menjadi Pembukaan UUD 1945.

  • Indonesia. Negara di Asia Tenggara yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara daratan benua Asia dan Australia, serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.


    Indonesia menjalankan pemerintahan Republik Presidensial multipartai yang demokratis. Seperti juga di negara-negara demokrasi lainnya, sistem politik di Indonesia didasarkan pada Trias Politika yaitu kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif.