Lomba Pidato

Beranda Lomba Pidato

I. Latar Belakang

Bicara tentang Bangsa Indonesia, kita tentu tidak bisa lepas dari juga bicara tentang Bung Karno. Betapa tidak, sebagai Proklamator, Pemimpin Besar Revolusi Indonesia, Penyambung Lidah Rakyat, Utusan Revolusi dan Penggali dari pada Pancasila, Bung Karno benar-benar menjadi sentral perjalanan bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaannya sebagai sebuah bangsa dan dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaannya mendirikan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Di sepanjang hayatnya Bung Karno benar-benar telah mencurahkan segenap pikiran, perasaan dan tenaga untuk tumbuh dan majunya bangsa Indonesia ini. Tidak terkira dan sangat sulit jika kita harus menghitung besarnya jasa Bung Karno atas bangsa dan negara ini. Yang dari segala apa yang telah diperjuangkan oleh Bung Karno untuk bangsa dan negara ini, hari ini kita mewarisi sesuatu yang amat mahal berupa konsepsi atau ajaran-ajaran tentang bagaimana bangsa dan negara ini harus diselenggarakan.

Bukan saja Bung Karno mewarisi Pancasila yang hari ini kita jadikan dasar dari pada kehidupan berbangsa dan bernegara, lebih jauh lagi dari itu Bung Karno juga mewarisi konsepsi yang dasyat untuk mewujudkan Dunia Baru. Dunia tanpa eksploitasi manusia atas manusia bangsa atas bangsa. Dunia yang benar-benar bebas dari penjajahan dalam segala bentuknya.

Itulah hal yang sekali-kali kita tidak boleh lupa, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang terlahir dari sebuah revolusi dan terikat kuat dengan revolusi tersebut. Dan sebagaimana yang pernah Bung Karno katakan, bahwa revolusi kita belum selesai; bahwa revolusi kita itu bukan hanya sekedar mengusir penjajah dari bumi Indonesia, melainkan mewujudkan dunia baru itu. Mewujudkan dunia yang sepenuhnya bebas dari eksploitasi manusia atas manusia bangsa atas bangsa itu.

Tentang Revolusi Dunia Baru tersebut, sebenarnya pun tertera dengan jelas di dalam konstitusi kita. Dimana di Pembukaan UUD’1945 telah kita nyatakan: “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan." Inilah komitmen sekaligus amanat sejarah dari pada Bangsa Indonesia. Inilah jiwa dari pada revolusi Indonesia itu. Inilah ajaran yang memberi arah dan menjadi tujuan dari pada penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan benegara.

 

II. Dasar Pemikiran

Untuk dapat mengatasi berbagai permasalahan bangsa yang ada sekarang ini, tidak ada pilihan lain yang kita punya selain dari kembali kepada jati diri bangsa kita sendiri. Kita harus bangkit menggelorakan nilai-nilai luhur yang menjadi fundamen kokoh tegaknya jati diri bangsa, karena sebuah bangsa akan runtuh apabila kehilangan jati dirinya.

Jelas bangsa Indonesia bukanlah bangsa yang kecil. Bangsa Indonesia adalah bangsa yg mengemban amanat sejarah untuk mewujudkan sebuah dunia baru. Dan kita juga tidaklah perlu berkecil hati, karena sebenarnya konsepsi untuk mewujudkan dan menuntaskan dari pada Revolusi Dunia Baru tersebut telah ada bersama kita. Bung Karno, Pemimpin Besar Revolusi Indonesia telah meninggalkan kepada kita ajaran-ajaran yang komprehensif untuk menjadi panduan bangsa ini menyelesaikan revolusinya yang belum selesai.

Hanya saja, kita melihat bahwa hari ini kita masih nampak asing dengan ajaran-ajaran Bung Karno. Kita masih belum benar-benar menjadikan ajaran-ajaran Bung Karno sebagai rujukan; sebagai sumber dari pada perumusan-perumusan penataan dan penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Bahkan nampak ada kecenderungan kita berkiblat kepada konsepsi-konsepsi asing yang membuat kita jauh dari jati diri bangsa kita sendiri. Dan harus kita mengerti bahwa selama kita belum benar-benar berpijak kepada jati diri bangsa kita sendiri; berpijak kepada ajaran luhur bangsa kita sendiri, selama itu pula kita tidak akan pernah dapat menyelesaikan revolusi kita ini.

Karena dari itulah kembali kepada ajaran Bung Karno memiliki urgensi yang besar bagi bangsa ini. Karena di dalam ajaran-ajaran Bung Karno tersebutlah kita akan menemukan keluhuran, keaslian dan kesesuaian ajaran yang akan mengembalikan Revolusi Indonesia menjadi revolusi yang benar-benar berjiwa dan berkarakter Indonesia. Menjadi revolusi yang benar-benar berpijak di atas sejarah; di atas rel yang semestinya dari pada revolusi itu sendiri.

Dan mengingat adanya masa yang panjang yang pernah berlangsung dimana bangsa Indonesia benar-benar jauh dan dijauhkan dari Bung Karno serta ajaran-ajarannya, tentu tidaklah mudah untuk mendekatkan dan membawa kembali bangsa Indonesia kepada ajaran Bung Karno.

Namun demikian, kita tahu bahwa ajaran-ajaran Bung Karno masihlah menyala-nyala dan berkobar kobar di dalam buminya Indonesia ini. Keluruhan dan keselarasan ajaran Bung Karno dengan jati diri bangsa Indonesia membuat ajaran-ajaran Bung Karno tidaklah akan lekang oleh waktu. Yang dibutuhkan sekarang hanyalah momentum dan pemicu untuk membawa kembali perhatian bangsa Indonesia ini kepada ajaran Bung Karno. Kepada jati diri bangsanya sendiri.

Dan atas dasar itulah RKP akan menjadikan tahun 2018 ini sebagai sebuah momentum dan menjadikan Lomba Pidato Meniru Gaya Bung Karno sebagai trigger untuk membawa perhatian bangsa Indonesia kembali kepada ajaran Bung Karno, kembali kepada jati dirinya. Lomba Pidato Meniru Gaya Bung Karno yang akan digelar secara nasional ini akan dikemas sedemikian rupa untuk membawa perhatian yang seluas-luas dan sebesar-benarnya masyarakat Indonesia kepada Bung Karno dan ajaran-ajarannya

 

III. Maksud dan Tujuan

Di tahun 2018 ini Rumah Kebangsaan Pancasila akan kembali menggelar ajang Lomba Pidato Meniru Gaya Bung Karno untuk yang ke 4 kalinya. Namun berbeda dengan 3 lomba yang sebelumnya yang dilakukan secara swadaya dan hanya untuk wilayah Jabodetabek saja, lomba kali ini akan diadakan dalam skala yang jauh lebih besar, yaitu dalam skala nasional dan akan melibatkan banyak pihak baik swasta ataupun pemerintah untuk mensukseskan acara ini.

Digelarnya Lomba Pidato Meniru Gaya Bung Karno dalam skala nasional kali ini karena RKP meniatkan agar lomba pidato kali ini benar-benar dapat menjadi trigger; menjadi pemicu untuk membawa Indonesia kembali kepada ajaran Bung Karno.

Membawa Indonesia kembali kepada ajaran Bung Karno dapat kita katakan sebenarnya adalah sama halnya dengan membawa Indonesia kepada jati dirinya. Karena Bung Karno dan bangsa Indonesia adalah dua entitas yang padu dan tidak bisa dipisah-pisahkan.

Dengan tidak bermaksud mengesampingkan peran dan jasa para pejuang dan pendiri bangsa Indonesia lainnya, harus kita pahami bahwa sejak awal bangsa ini terbentuk, kemudian menjadi bangsa yang merdeka dan kemudian menyusun dan menyelenggarakan kehidupan berbangsa dan bernegaranya, rangkaian dari pada proses yang terjadi itu benar-benar bersentral kepada gagasan dan ajaran-ajaran Bung Karno sebagai Pemimpin Besar dari pada Revolusi Indonesia.

Adapun point-point yang menjadi maksud dan tujuan dari peyelenggaraan acara ini diantaranya:

1. Membangun generasi muda yang berkarakter Pancasila.
2. Membentuk perhatian yang besar masyarakat Indonesia kepada Bung Karno dan ajarannya

3. Mengangkat kepedulian masyarakat luas untuk mengenal lebih dengan baik idealisme Bangsa. Pancasila – Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI.
4. Menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui ajaran-ajaran Bung Karno kepada khususnya generasi muda.
5. Menumbuh-kembangkan bakat dan potensi generasi muda serta rasa cintanya kepada tanah air, bangsa dan negara.
6. Menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan bangsa dari Sabang sampai Merauke.
7. Membentuk respek generasi muda kepada para pahlawan dan pendiri bangsa.
8. Memperkenal generasi muda sejarah perjalanan bangsa dan idealisme yang terlahir dari perjalanan tersebut.