Blog

Beranda Blog

AMANAT PRESIDEN SUKARNO PADA ULANG TAHUN PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA 17 AGUSTUS 1966 DI JAKARTA

 

Assalamu’alaikum Warakhmatullahi Wabarakatuh!

Merdeka!

Saudara-saudara sekalian,

Hari ini adalah tanggal 17 Agustus 1966! Hari ulang tahun ke-21 daripada Republik kita. Pada hari ini Republik kita genap berusia duapuluh satu tahun, atau lebih dari 1.000 minggu! Kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa Ia telah melindungi dan menuntun negara dan bangsa kita, hingga kita dengan selamat telah sampai kepada hari yang berbahagia sekarang ini. Dan moga-mogalah lindungan-Nya dan tuntunan-Nya itu tetap dikurniakan kepada negara dan bangsa kita dalam memasuki tahun yang ke-22 dari kehidupannya dan selanjutnya. Li ... Read more »

Category: Di Bawah Bendera Revolusi - II | Views: 44 | Added by: edy | Date: 25 June 2018 | Comments (0)

<<sebelumnya..... Seorang pemimpin yaitu Abraham Lincoln berkata, one cannot escape history, orang tak dapat melepaskan diri dari sejarah. Saya pun berkata demikian. Tetapi saya tambah, bukan saja one cannot escape history, tetapi saya tambah, never leave history, janganlah sekali-kali meninggalkan sejarah! Jangan sekali-kali meninggal-kan sejarah! Jangan meninggalkan sejarahmu yang sudah, hai bangsaku, karena jika engkau meninggalkan sejarahmu yang sudah, engkau akan berdiri di atas vacuum, engkau akan berdiri di atas kekosongan, dan lantas engkau menjadi bingung, dan perjuanganmu paling-paling hanya akan berupa amuk, amuk belaka! Amuk, seperti kera kejepit di dalam gelap.

Dalam pidatoku pada 17 Agustus 1953 telah kunyatakan bahwa kita semua tanpa perkecualian tidak dapat melepaskan diri dari sejarah-sejarah yang dalam abad ke-20 ini makin nyata dan makin tampak menunjukkan coraknya dan arahnya. Kita bangsa Indonesia di waktu yang lampau telah benar-benar ikut berjalan dalam corak dan arahnya sejarah itu, tetapi akhirnya kita datang kepada tempat yang sekarang ini. Tetapi sejara ... Read more »

Category: Di Bawah Bendera Revolusi - II | Views: 29 | Added by: edy | Date: 25 June 2018 | Comments (0)

Sebagai Aria Bima-putera, yang lahirnya dalam zaman perjoangan, maka INDONESIA-MUDA inilah melihat cahaya hari pertama-tama dalam zaman yang rakyat-rakyat Asia, lagi berada dalam perasaan tak senang dengan nasibnya. Tak senang dengan nasib-ekonominya, tak senang dengan nasib-politiknya, tak senang dengan segala nasib yang lain-lainnya.

Zaman “senang dengan apa adanya”, sudahlah lalu. Zaman baru: zaman muda, sudahlah datang sebagai fajar yang terang cuaca. Zaman teori kaum kuno, yang mengatakan, bahwa “siapa yang ada di bawah, harus terima-senang, yang ia anggap cukup-harga duduk dalam perbendaharaan riwayat, yang barang kemas-kemasnya berguna untuk memelihara siapa yang lagi berdiri dalam hidup”, kini sudahlah tak men­dapat penganggapan lagi oleh rakyat-rakyat Asia itu. Pun makin lama makin tipislah kepercayaan rakyat-rakyat itu, bahwa rakyat- ... Read more »

Category: Di Bawah Bendera Revolusi - I | Views: 62 | Added by: edy | Date: 30 May 2018 | Comments (0)

<<<sebelumnya.... Untuk Islamis sejati, maka dengan lekas sahaja teranglah baginya, bahwa tak layaklah ia memusuhi faham Marxisme yang melawan peraturan meerwaarde itu, sebab ia tak lupa, bahwa Islam yang sejati juga memerangi peraturan itu; ia tak lupa, bahwa Islam yang sejati melarang keras akan perbuatan memakan riba dan memungut bunga. Ia mengerti, bahwa riba ini pada hakekatnya tiada lain daripada meerwaardenyafaham Marxisme itu!

“Janganlah makan riba berlipat-ganda dan perhatikanlah kewajibanmu terhadap Allah, moga-moga kamu beruntung!”, begitulah tertulis dalam Al Qur’an, surah Al ‘Imran, ayat 129!

Islamis yang luas pemandangan, Islamis yang mengerti akan kebutuh­an-kebutuhan perlawanan kit ... Read more »

Category: Di Bawah Bendera Revolusi - I | Views: 20 | Added by: edy | Date: 30 May 2018 | Comments (0)

Di manakah tinjumu? Di manakah kekuatan yang menghancurkan segala hal yang melawan? OK Gelijk de grote ocectan doordron­gen is van het, zout, zo is mijn leer doordrenkt van de geest der bevrijding.

Huila Vagga,

Dalam “Suluh Indonesia Muda” nomor tiga, maka Ir. J. ada membentangkan pendapat-pendapatnya tentang problim agraria, yakni soal bagaimana kita bisa menolong rakyat tanah Jawa dari kemelaratan yang bertambah-tambah haibatnya itu, dan yang terjadi oleh karena makin lama makin banyaklah jumlah rakyat yang memakan hasilnya tanah Jawa itu. Bertambah-tambahnya penduduk itu adalah terjadi oleh karena jumlah orang meninggal dunia saban tahunnya ada lebih kecil daripada jumlah orang yang dilahirkan; dan oleh sebab bertambahnya rakyat ini tidak ... Read more »

Category: Di Bawah Bendera Revolusi - I | Views: 13 | Added by: edy | Date: 28 May 2018 | Comments (0)

1 2 3 »